LAPORAN PEMERIKSAAN LOGAM BERAT PADA MAKANAN
OLEH
RIA ASTUTI : PO.714.221.151.076
DOSEN PEMBIMBING PRAKTIKUM
Khiki purnawati kasim, S.St.,M.Kes
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D-IV
A. LATAR BELAKANG
Logam berat
adalah unsur-unsur kimia dengan densitas lebih besar dari 5g/cm, terletak
disudut kanan bawah pada system periodik unsur, mempunyai afinitas yang tinggi
terhadap S dan biasanya bernomor atom 22 sampai 92, dari periode 4 sampai
7 (Miettinen, 1977 dalam Ernawati, 2010. Sebagian logam berat seperti Plumbum
(Pb), Kadmium (Cd), dan Merkuri (Hg) merupakan zat pencemar yang sangat
berbahaya. Afinitasnya yang tinggi terhadap S menyebabkan logam ini menyerang
ikatan S dalam enzim, sehingga enzim yang bersangkutan menjadi tidak aktif.
Gugus karboksilat (-COOH) dan amina (-NH) juga bereaksi dengan logam
berat. Kadmium, Plumbum, dan Tembaga terikat pada sel-sel membran yang
menghambat proses transformasi melalui dinding sel. Logam berat juga
mengendapkan senyawa posfat biologis atau mengkatalis penguraiannya.
(Manahan1977, dalam Ernawati 2010) Logam berat adalah unsur alami dari kerak
bumi. Logam yang stabil dan tidak bisa rusak atau hancur, oleh karena itu
mereka cenderung menumpuk dalam tanah dan sedimen. Banyak istilah logam berat
telah diajukan, berdasarkan kepadatan, nomor atom, berat atom, sifat kimia atau
racun.
Adapun yang
termasuk dari logam-logam berat yaitu Arsen (As) dan Sianida (CN-) biasanya
Arsen dan Sianida di dapatkan pada makanan seperti pada udang dan ubi kayu.maka
dari itu perlu di lakukan pemeriksaan agar dapat di ketahui adanya logam-logam
berata pada makanan yang berbahaya bagi kesehatan.
Ø Arsen
(As) merupakan bahan kimia beracun, yang secara alami ada di alam. Selain dapat
ditemukan di udara, air maupun makanan, arsen juga dapat ditemukan di industri
seperti industri pestisida, proses pengecoran logam maupun pusat tenaga
geotermal. Elemen yang mengandung arsen dalam jumlah sedikit atau komponen arsen
organik (biasanya ditemukan pada produk laut seperti ikan laut) biasanya tidak
beracun (tidak toksik).
Ø Sianida
adalah senyawa kimia yang mengandung (C=N), yang terdiri dari 3 buah atom
karbon yang berikatan dengan atom hidrogen. Secara spesifik, sianida adalah
anion CN-. Senyawa ini ada dalam bentuk gas, liquid dan solid, setiap senyawa
tersebut dapat melepaskan anion CN- yang sangat beracun. Sianida dapat
terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia dan memiliki sifat racun yang
sangat kuat dan bekerja dengan cepat. Contohnya adalah HCN (hidrogen sianida)
dan KCN (kalium sianida)
B. TUJUAN
Untuk mengetahui kadar Arsen (as) dan sianida
(CN-) pada udang dan ubi kayu goreng.
C.
CARA KERJA :
1. Arsen
- Alat :
Erlenmeyer
Arsenic test
Test strip
Botol arsenic test
Timbangan digital
Gelas ukur
Mortar dan pastle
Beacker glass
- Bahan :
Udang mentah
Aquades
Arsenic test
: Reagen arsen (1)
Reagen arsen (2)
- Cara kerja :
1.
siapkan bahan dan alat
2. sampel udang di timbang sampai 10 gram
3. haluskan dengan menggunakan pastel dan mortal
4. masukkan sampel yang sudah di haluskan ke dalam beacker glass
5. tambahkan aquadest sebanyak 50 ml lalu di aduk
6. sampel di tuangkan ke dalam gelas ukur sebanyak 5 ml
7. kemudian tuangkan
sampel ke botol arsenic test
8.
tambahkan bubuk arsen (1) sebanyak satu sendok lalu dihomogenkan kemudian di tambahkan bubuk arsen (2)
sebanyak satu sendok dan di homogenkan.
9. masukkan tes strip pada botol arsenic test lalu tutup
10. diamkan selama 20 menit dan baca hasilnya.
2. Sianida
- Alat
:
Timbangan digital
Mortar dan pastle
Beacker
glass
Erlenmeyer
Gelas ukur
Botol sianida test
Sianida test
- Bahan :
Aquadest
Ubi kayu goreng
Reagent CN-1, CN-2, CN-3
-
Cara kerja :
1. siapkan bahan dan alat
2. sampel ubi kayu di timbang sampai 25 gram
3. haluskan dengan menggunakan pastel dan mortal
4. masukkan sampel yang sudah di haluskan ke dalam beacker glass
5. tambahkan aquadest sebanyak 70 ml lalu di aduk
6. sampel di tuangkan ke dalam gelas ukur sebanyak 5 ml
7. siapkan 2 botol sianida test, botol sianida test (1) sebagai blangko dan botol sianida test (2)
sebagai pembanding, tuangkan masing-masing sampel sebanyak 5 ml
8. botol sianida test (1) di masukkan
ke dalam sianida test dan botol sianida test (2) di tambahkan satu sendok CN-1 dan homogenkan, lalu
tambahkan CN-2 satu sendok dan
homogenkan, kemudian tambahkan CN-3 sebanyak 3 tetes dan homogenkan kembali.
Selanjutnya di masukkan ke dalam sianida test
9.
diamkan selama 5 menit
dan bandingkan sampel pada warna sianida
test.
D . HASIL DAN ANALISA HASIL
- HASIL
1. Arsen (As)
Sampel : Udang
Tempat :
Pasar tidung ( UNM Gunung Sari )
Tanggal/waktu : 03
April 2017/15.00
WITA
Tujuan : Pemeriksaan
kadar Arsen (As)
Jumlah/hasil
pemeriksaan As : ( 0 )
2.
Sianida (CN-)
Sampel : Ubi Kayu goreng
Tempat :
jln. Lanto DG.Pasewang (samping rs dadi)
Tanggal/waktu : 03
April 2017/14.00
WITA
Tujuan :
Pemeriksaan kadar Sianida
Jumlah/hasil pemeriksaan CN: ( 0 )
- ANALISA HASIL
1.
ARSEN
Dari
praktikum yang di lakukan pemeriksaan Arsen pada udang mentah menggunakan bubuk
reagen arsen, dimana fungsi bubuk reagen arsen sendiri yaitu sebagai pengujian
atau menganalisis adanya bahan kimia yang terdapat pada udang mentah. Kemudian
pemakaian test strip pada pemeriksaan Arsen pada udang mentah berfungsi untuk
menganalisa adanya keberadaan Arsen pada udang tersebut.Adapun tujuan dari
penumbukan sampel yang di campur dengan aquadest lalu di homogenkan yaitu agar
mempermudah dalam pemeriksaan Arsen.
Dan dari
hasil pemeriksaan yang di lakukan pada udang mentah ternyata tidak di dapatkan
arsen (0).
2. SIANIDA
Dari
praktikum yang di lakukan pemeriksaan Sianida pada ubi kayu goreng menggunakan
reagent CN-1 sampai CN-3.fungsi dari reagent tersebut untuk menganalisa adanya
Sianida pada ubi,dan itu di lakukan sampai tiga kali penambahan
reagent.penggunaan sianida test dalam pemeriksaan sianida pada ubi kayu goreng
berfungsi untuk mengetahui warna perbandingan antara blangko dan sampel
pembanding,apakah sampel tersebut berubah warna sehingga di ketahui adanya sianida pada ubi.
Dan dari
hasil pemeriksaan yang di lakukan pada ubi kayu goreng,ternyata tidak di
dapatkan sianida (0). Bisa di pungkir bahwa, dalam pengolahan ubi kayu tersebut
di masak terlebih dahulu,agar kadar sianida yng terkandung dalam ubi kayu dapat
hilang.
. E. KESIMPULAN
Dan dari
hasil praktikum yang di lakukan pada pemeriksaan logam-logam berat seperti
Arsen(As) dan Sianida(CN-) pada udang mentah dan ubi kayu goreng yang di
lakukan di LAB.KIMIA KAMPUS KESLING ,bahwa masing-masing kedua sampel tersebut
di haluskan terlebih dahulu agar mempermudah dalam pemeriksaan logam-logam
berat pada sampel. Dan dari hasil pemeriksaannya ke dua sampel tidak di
dapatkan logam-logam berat atau bisa di
katakan hasil dari ke dua sampel makanan tersebut ( 0 ).

laporannya sangan bermanfaat untuk di jadikan sebagai bahan pembelajaran
BalasHapusanalisa dan daftar pustaka perlu tambahan
BalasHapus