Jumat, 07 April 2017

Laporan pemeriksaan logam berat pada makanan PMM-A




LAPORAN PEMERIKSAAN LOGAM BERAT PADA MAKANAN
     

 OLEH 

            RIA ASTUTI  :  PO.714.221.151.076


      DOSEN PEMBIMBING PRAKTIKUM
        Khiki purnawati kasim, S.St.,M.Kes

   
       KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
  POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
 KESEHATAN LINGKUNGAN
 PRODI D-IV




        A.    LATAR BELAKANG


Logam berat adalah unsur-unsur kimia dengan densitas lebih besar dari 5g/cm, terletak disudut kanan bawah pada system periodik unsur, mempunyai afinitas yang tinggi terhadap S dan biasanya bernomor atom 22 sampai 92, dari  periode 4 sampai 7 (Miettinen, 1977 dalam Ernawati, 2010. Sebagian logam berat seperti Plumbum (Pb), Kadmium (Cd), dan Merkuri (Hg) merupakan zat pencemar yang sangat berbahaya. Afinitasnya yang tinggi terhadap S menyebabkan logam ini menyerang ikatan S dalam enzim, sehingga enzim yang bersangkutan menjadi tidak aktif. Gugus karboksilat (-COOH) dan amina (-NH) juga bereaksi dengan logam  berat. Kadmium, Plumbum, dan Tembaga terikat pada sel-sel membran yang menghambat proses transformasi melalui dinding sel. Logam berat juga mengendapkan senyawa posfat biologis atau mengkatalis penguraiannya. (Manahan1977, dalam Ernawati 2010) Logam berat adalah unsur alami dari kerak bumi. Logam yang stabil dan tidak bisa rusak atau hancur, oleh karena itu mereka cenderung menumpuk dalam tanah dan sedimen. Banyak istilah logam berat telah diajukan, berdasarkan kepadatan, nomor atom, berat atom, sifat kimia atau racun.


Adapun yang termasuk dari logam-logam berat yaitu Arsen (As) dan Sianida (CN-) biasanya Arsen dan Sianida di dapatkan pada makanan seperti pada udang dan ubi kayu.maka dari itu perlu di lakukan pemeriksaan agar dapat di ketahui adanya logam-logam berata pada makanan yang berbahaya bagi kesehatan. 

Ø  Arsen (As) merupakan bahan kimia beracun, yang secara alami ada di alam. Selain dapat ditemukan di udara, air maupun makanan, arsen juga dapat ditemukan di industri seperti industri pestisida, proses pengecoran logam maupun pusat tenaga geotermal. Elemen yang mengandung arsen dalam jumlah sedikit atau komponen arsen organik (biasanya ditemukan pada produk laut seperti ikan laut) biasanya tidak beracun (tidak toksik).

Ø  Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung (C=N), yang terdiri dari 3 buah atom karbon yang berikatan dengan atom hidrogen. Secara spesifik, sianida adalah anion CN-. Senyawa ini ada dalam bentuk gas, liquid dan solid, setiap senyawa tersebut dapat melepaskan anion CN- yang sangat beracun. Sianida dapat terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia dan memiliki sifat racun yang sangat kuat dan bekerja dengan cepat. Contohnya adalah HCN (hidrogen sianida) dan KCN (kalium sianida)

       B.    TUJUAN

          Untuk mengetahui kadar Arsen (as) dan sianida (CN-)  pada udang dan ubi kayu goreng.


       C.    CARA KERJA :
1.      Arsen
-   Alat  :
Erlenmeyer
Arsenic test
Test strip
Botol arsenic test
Timbangan digital
Gelas ukur
Mortar dan pastle
Beacker glass

-   Bahan :
 Udang mentah
 Aquades
 Arsenic test  :  Reagen arsen (1)
                         Reagen arsen (2)


-    Cara kerja :
       1. siapkan bahan dan alat
       2. sampel udang di timbang sampai 10 gram
       3. haluskan dengan menggunakan pastel dan mortal
       4. masukkan sampel yang sudah di haluskan ke dalam beacker glass
       5. tambahkan aquadest sebanyak 50 ml lalu di aduk
       6. sampel di tuangkan ke dalam gelas ukur sebanyak 5 ml
                            7. kemudian tuangkan sampel ke botol arsenic test
                8. tambahkan bubuk arsen (1) sebanyak satu sendok lalu dihomogenkan   kemudian di tambahkan bubuk arsen (2) sebanyak satu sendok dan di   homogenkan.
9.  masukkan tes strip  pada botol arsenic test lalu tutup
10. diamkan selama 20 menit dan baca hasilnya.

2.   Sianida
  -   Alat :
   Timbangan digital
   Mortar dan pastle
   Beacker glass
   Erlenmeyer
   Gelas ukur
   Botol sianida test
   Sianida test

-    Bahan :
    Aquadest
    Ubi kayu goreng
    Reagent CN-1, CN-2, CN-3

-    Cara kerja :
      1. siapkan bahan dan alat
      2. sampel ubi kayu di timbang sampai 25 gram
      3. haluskan dengan menggunakan pastel dan mortal
      4. masukkan sampel yang sudah di haluskan ke dalam beacker glass
       5. tambahkan aquadest sebanyak 70 ml lalu di aduk
       6. sampel di tuangkan ke dalam gelas ukur sebanyak 5 ml
7. siapkan 2 botol sianida test, botol sianida test (1)  sebagai blangko dan botol sianida test (2) sebagai pembanding, tuangkan masing-masing sampel sebanyak 5 ml
         8. botol sianida test (1) di masukkan ke dalam sianida test dan botol sianida test (2) di tambahkan  satu sendok CN-1 dan homogenkan, lalu tambahkan CN-2  satu sendok dan homogenkan, kemudian tambahkan CN-3 sebanyak 3 tetes dan homogenkan kembali. Selanjutnya di masukkan ke dalam sianida test
 9.  diamkan selama 5 menit dan bandingkan sampel pada warna sianida  test.

D .    HASIL DAN ANALISA HASIL

  •   HASIL


      1.       Arsen (As)
Sampel                             : Udang
Tempat                             : Pasar tidung ( UNM Gunung Sari )
Tanggal/waktu                 : 03 April 2017/15.00 WITA
Tujuan                              : Pemeriksaan kadar Arsen (As)
Jumlah/hasil pemeriksaan As :  ( 0 )
     2.    Sianida (CN-)
               Sampel                             : Ubi Kayu goreng
               Tempat                             jln. Lanto DG.Pasewang (samping rs dadi)
               Tanggal/waktu                 : 03 April 2017/14.00 WITA
               Tujuan                              : Pemeriksaan kadar Sianida
               Jumlah/hasil pemeriksaan  CN:  ( 0 )


   
  • ANALISA HASIL 
1.   ARSEN

Dari praktikum yang di lakukan pemeriksaan Arsen pada udang mentah menggunakan bubuk reagen arsen, dimana fungsi bubuk reagen arsen sendiri yaitu sebagai pengujian atau menganalisis adanya bahan kimia yang terdapat pada udang mentah. Kemudian pemakaian test strip pada pemeriksaan Arsen pada udang mentah berfungsi untuk menganalisa adanya keberadaan Arsen pada udang tersebut.Adapun tujuan dari penumbukan sampel yang di campur dengan aquadest lalu di homogenkan yaitu agar mempermudah dalam pemeriksaan Arsen.
Dan dari hasil pemeriksaan yang di lakukan pada udang mentah ternyata tidak di dapatkan arsen (0).
2.   SIANIDA
Dari praktikum yang di lakukan pemeriksaan Sianida pada ubi kayu goreng menggunakan reagent CN-1 sampai CN-3.fungsi dari reagent tersebut untuk menganalisa adanya Sianida pada ubi,dan itu di lakukan sampai tiga kali penambahan reagent.penggunaan sianida test dalam pemeriksaan sianida pada ubi kayu goreng berfungsi untuk mengetahui warna perbandingan antara blangko dan sampel pembanding,apakah sampel tersebut  berubah warna sehingga di ketahui  adanya sianida pada ubi.

Dan dari hasil pemeriksaan yang di lakukan pada ubi kayu goreng,ternyata tidak di dapatkan sianida (0). Bisa di pungkir bahwa, dalam pengolahan ubi kayu tersebut di masak terlebih dahulu,agar kadar sianida yng terkandung dalam ubi kayu dapat hilang.



.             E.   KESIMPULAN

Dan dari hasil praktikum yang di lakukan pada pemeriksaan logam-logam berat seperti Arsen(As) dan Sianida(CN-)  pada  udang mentah dan ubi kayu goreng yang di lakukan di LAB.KIMIA KAMPUS KESLING ,bahwa masing-masing kedua sampel tersebut di haluskan terlebih dahulu agar mempermudah dalam pemeriksaan logam-logam berat pada sampel. Dan dari hasil pemeriksaannya ke dua sampel tidak di dapatkan logam-logam berat atau  bisa di katakan hasil dari ke dua sampel makanan tersebut ( 0 ).

 

  






 
 

  


 


2 komentar:

  1. laporannya sangan bermanfaat untuk di jadikan sebagai bahan pembelajaran

    BalasHapus
  2. analisa dan daftar pustaka perlu tambahan

    BalasHapus

LAPORAN PEMERIKSAAN BAKTERI E.COLI, SALMONELLA, VIBRIO, DAN SHIGELLA PADA MAKANAN DAN MINUMAN

“LAPORAN PEMERIKSAAN BAKTERI E.COLI, SALMONELLA, VIBRIO, DAN SHIGELLA PADA MAKANAN DAN MINUMAN ” Oleh:                      ...